SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL 22 OKTOBER 2019

Sulaiman Nst SH mengucapkan Terimakasih kepada pesantren di seluruh wilayah indonesia,telah mendidik para santri /i berakhlak mulia dan Bertakwa.

Mari kita selalu menjunjung tinggi /citra baik nama pesantren dimana kita berada.Anak santri itu mencerminkan kebaiakan,Apa bila kita berbuat yang tidak sepantasnya bisa merugikan diri kita dan nama baik pesantren kita.

Banyak orang salah tafsir tentang “pesantren” Mengatakan kumpulan orang – orang yang tidak bisa di didik kedua orang tuanya.Akan tetapi Anak santri itu kebanggaan kedua orang tuanya.di sebabkan anak santri itu,Anak yang terdidik,mandiri,sopan,saling menghargai antar sesama orang lain dan Kedua orang tua bangga,anaknya selalu menjaga sholat 5 waktu tepat waktu.

Ingat “”Anak santri itu dapat dua ilmu”1.ilmu dunia 2.ilmu akhirat.jadi bangga lah kedua orang tua yang masuk kan anaknya ke pesantren menjadi santri. {ANA SANTRI} ujar sulaiman Nst SH.

Demisioner Presma USU,Maju di Pemilihan Ketua Umum KAMMI Medan

Semarak terdengar pemilihan ketua umum organisasi mahasiswa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Medan yang melibatkan beberapa aktivis mahasiswa yang sering lalu lalang dalam dunia pergerakan mahasiswa di Sumatera Utara terlibat dalam proses Pemilihan yang sampai saat ini sudah di tetapkan sebagai Bakal Calon Ketua Umum.

Nama yang paling banyak di perbincangkan terlihat ada Wira Putra, yang pada 2018 lalu pernah menjabat sebagai Presiden Mahasiswa USU yang sudah memiliki berbagai macam pengalaman dalam dunia pergerakan mahasiswa. Ketika menjabat sebagai Presiden Mahasiswa USU dan juga Koordinator Daerah BEMSI SUMUT terdahulu, beliau dan rekan-rekan tim mahasiswa nya sempat menyandra anggota DPRD SUMUT dan berhasil menduduki gedung Paripurna DPRD SUMUT dalam menolak kenaikan harga BBM yang mereka nilai sangat tidak pro terhadap rakyat.
Adapun, program-program yang di tawarkan Wira dalam pencalonan nya sebagai Ketua KAMMI MEDAN adalah dengan tagline KAMMI MEDAN BERWIRAUSAHA yaitu :

  1. Rekrutmen 1000 orang Kader Baru PD KAMMI MEDAN
  2. Persiapan Perencanaan Pembangunan Sekretariat PD KAMMI MEDAN Secara Permanen
  3. Menyediakan Sekretariat bagi seluruh Komisariat yang ada di PD Medan guna untuk meningkatkan produktivitas komisariat dalam berorganisasi
  4. Mendirikan Badan Usaha Milik KAMMI MEDAN
  5. Memberangkatkan dan melibatkan pimpinan komisariat dalam agenda Muktamar KAMMI ke XI di Jawa Timur
  6. Memperluas ekspansi dan membentuk 15 komisariat baru di seluruh Kampus yang ada di Medan dan memperkuat komisariat-komisariat yang sudah ada.

Wira mengatakan, ” iya sebentar lagi akan ada pemilihan Ketua Umum KAMMI MEDAN, kita berharap kedepan KAMMI MEDAN bisa lebih bisa berekspansi dan memperbanyak perekrutan kader serta memiliki sekretariat secara permanen dan tidak menyewa-nyewa lagi”.

Rozi, selaku rekan Wira dalam berorganisasi, mendukung penuh sahabat dalam pemilihan Ketua Umum KAMMI MEDAN karena Rozi menilai Wira mempunyai pengalaman dalam memimpin organisasi

“Kita dukung penuh ketika Wira Putra maju dalam pemilihan ketua KAMMI MEDAN, karena dia berpengalaman dan berani dalam bergerak, agar pergerakan mahasiswa di Medan tetap konsisten adanya ketika Wira hadir lagi dipermukaan” ujar Roji

Berikut, riwayat organisasi dan riwayat pendidikan yang pernah dijalani oleh calon Ketua Umum KAMMI MEDAN yang satu ini
Riwayat pendidikan :
*TK Al-Washliyah Simpang Empat, Kec.Marbau
*SD 112310 Marbau
*MTsS Pondok Pesantren Yayasan Al-Ma’shum Rantauprapat
*MTsS Al-Washliyah Marbau
*MAS Al-Washliyah Marbau
*Sastra Arab Universitas Sumatera Utara

Riwayat organisasi :
*Remaja Mesjid At-Taqwa Marbau
*Anggota Ikatan Pelajar Alwashliyah Marbau
*Ketua OSIS MAS AL-WASHLIYAH Marbau
*Ketua Bidang IMan dan TAQwa IMBA (Ikatan Mahasiswa Bahasa Arab)
*Ketua Bidang Humas BTM AL-IQBAL FIB USU
*Ketua Umum KAMMI Merah Putih USU
*Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Kecamatan Marbau (IMKM)
*Ketua Umum DPP KAM RABBANI USU
*Wakil Ketua Umum KAMMI Daerah MEDAN
*Presiden Mahasiswa USU
*KOORDINATOR DAERAH Sumatera Utara BEM Seluruh Indonesia
*Ketua Departemen Kebijakan Publik PW KAMMI SUMUT
*Wakil Ketua Umum Pemuda Mandala Trikora (PMT) SUMUT

GERHANA MEDAN MENGUCAPKAN DIRGAHAYU TNI KE 74

Oktober 05 1919 ====> Oktober 05 2019

Ketua Generasi hijau kota medan mengucapkan” selamat atas hari jadi TNI yang ke 74″ semoga TNI tetap menjaga keutuhan NKRI,TNI PROFESIONAL dan TNI Kebanggaan RAkayat.

Ketua Generasi hijau nasional Kota medan {GERHANA KOTA MEDAN} sulaiman Nasution SH,Meminta program menanam 1 juta pohon bersama rakyat tetap berjalan .Ketua gerhana medan juga mengucapkan ribuan terimakasih kepada TNI,Telah melaksanakan program menanam 1 juta pohon bersama rakyat.semoga program ini semakin di tingkatkan.Ujar Ketua GERHANA

LPM Amplas Berkerja Sama Dengan Kelurahan Amplas Buat “Taman Selfi “

Foto bersama,camat medan amplas,lurah amplas,kepala lingkungan V di dampingin Ketua LPM kelurahan Amplas.

Ketua LPM kelurahan Amplas IBRAHIM SE mengucapkan ribuan terimakasi kepada;Camat Amplas,Lurah Amplas,Kepala Lingkungan V dan masyarakat kelurahan amplas,telah mendukung kegiatan ini.

Ketua LPM juga menjelaskan bahwah taman selfi ini,belum selesai sepenuhnya.

semoga datangnya bapak camat amplas ke lokasi taman selfi di slambo,kita lebih giat untuk menyelesaikan taman selfi slambo.”ujar ketua LPM Amplas ibrahim,SE “

NETRALITAS PENYELENGGARA NEGARA MENENTUKAN PEMILU BERINTEGRITAS

Netralitas penyelenggara negara menentukan apakah pemilu serentak 2019 berkualitas atau tidak berkualitas. Kali pertama masyarakat di berikan kesempatan untuk memilih presiden dan wakil presiden, DPR, DPRD, DPD dalam satu waktu di tempat pemungutan suara atau TPS, paling tidak kurang dari 2 bulan kedepan masyarakat merayakan pesta demokrasi tersebut. Sayangnya pesta demokrasi yang diharapkan masyarakat membawa harapan baru serta terlaksana secara berkualitas justru membawa rasa Risau dan pesimis dengan pemberitaan-pemberitaan baik media menstrim mau pun media sosial tentang Netralitas penyelenggara negara dalam pemilu serentak 2019. Menurut jeffri Wanda S.I.P selaku pengamat politik mengatakan pesta demokrasi harus di rayakan secara bahagia, senang dan penuh suka cita karena pada saat itu rakyat dapat memilih dan ikut menentukan masa depannya dan bangsa ini. Tim sukses calon presiden dan wakil presiden, Tim sukses calon legislatif dan senator harus mampu memberikan penjelasan yang baik dan menyejukkan di tengah masyarakat, jangan justru memberikan pernyataan yang kontroversi dan menimbulkan keresahan sehingga timbul rasa anti pati yang berujung pada sikap apatis. Kemudian Netralitas KPU, Bawaslu, ASN, TNI, POLRI serta kepala daerah harus benar-benar dijaga sehingga proses pemilu dapat dikatakan berkualitas dan pemilu yang berintegritas. Belakangan kita melihat saya melihat justru kembalikan nya hal ini dapat mengancam proses berjalannya pemilu serentak terlaksana segera baik, strategi saling serang antar tim sukses di media membuat situasi menjadi memanas, belum lagi pemberitaan surat suara tercoblos, WNA berKTP dan pernyataan penyelenggara yang mendukung atau mendeskriditkan tidak baik kepada salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden misalnya yang dilakukan kapolda sumut yang sempat viral dimedia sosial. Menurut jeffri KPU/BAWASLU/ ASN/TNI/POLRI/Kepala Daerah adalah ujung tombak dari berkualitas nya Pemilu serentak hari ini. Karena mereka punya tugasnya masing-masing dalam menjadikan pemilu ini berjalan dengan baik. Bagaimana bisa kita akan mendapatkan pemimpin-pemimpin yang baik apabila keberpihakan penyelenggara pemilu dan lembaga yang ditugaskan untuk menjadi pengamanan dalam pemilu serentak 17 April mendatang. Kalau mau ikut-ikutan berpolitik, ikut-ikutan berkampanye maka jangan jadi KPU, jangan jadi BAWASLU, jangan jadi ASN,TNI,POLRI dan jangan jadi kepala daerah. Karena rakyat Indonesia mengharapkan pemilu serentak terpilihnya presiden dan wakil, legislatif dan senator yang berkualitas dan berintegritas.

BEGAWAN KUPIE : POLITIK, KOPI DAN LITERASI ALA DAHNIL ANZAR SIMANJUNTAK

BEGAWAN KUPIE : POLITIK, KOPI DAN LITERASI ALA DAHNIL ANZAR SIMANJUNTAK
Oleh: Saipul Bahri
“Kita mungkin akan menemui banyak kekalahan tapi kita tak boleh dikalahkan” Maya Angelou. Kalimat itu adalah esensi dari semangat perjuangan anak muda yang tetap masih punya percikan-percikan api semangat di masa depan. Dahnil Anzar Simanjuntuk, ia dikenal sebagai representasi politik anak muda. Pasca purna tugas sebagai ketum PP Pemuda Muhammadiyah tahun 2018 dan masuk ke kancah politik elit dalam tim inti pemenangan Prabowo-Sandi pada kompetisi pilpres 2019 yang lalu, memungkinkan Dahnil memperkaya pandangannya terhadap realitas politik di berbagai tingkatan, baik lokal maupun nasional.
Meskipun kemenangan pilpres yang lalu belum berpihak pada perjuangannya, Dahnil Anzar tampak tak patah arang. Ia lekas bangkit dan berdiri tegak (move on) untuk kemudian melanjutkan upaya pelayanannya terhadap masyarakat dengan kontribusi positif pada negeri ini. Belakangan, salah satu kontribusi yang dilahirkannya adalah dengan pendirian kafe Begawan Kupie and Public Library, di kota Medan. Bukan hanya akan membuka lapangan pekerjaan bagi generasi muda, kafe ini juga menginisiasi kafe yang lebih inovatif dengan meletakkan rak-rak berisi buku di sudut kafe. Pelak upaya ini punya nafas yang sama dengan misi pendirian Republik Indonesia: Mencerdaskan kehidupan bangsa, lewat mengaktifkan ulang minat masyarakat kepada tradisi literasi yang sudah hampir hilang. Kontribusi ini menjadi bukti bahwa perjuangan Dahnil Anzar akan tetap berlanjut.
Belum lama ini, persis pada 7 September 2019, kota Medan mendapatkan sebuah gebrakan kecil, inovatif dan progresif lewat pendirian kafe “Begawan Kupie and Public Library’. Tempat ini digagas sejak mula ditujukan sebagai simbol gerakan progresif dan melawan tendensi kafe yang belakangan identik dengan tempat kalangan-kalangan kelas menengah menenggak atau memuaskan hasrat narsistik dan hedonistiknya. Kita sering melihat kafe menjadi salah satu ruang kegemaran anak muda, khususnya di kota Medan. Biasanya kafe hanya dijadikan tempat untuk bertemu teman/pacar, numpang wifi, nonton bola serta melihat live musik. Kondisi itu mengkonstruksikan kafé hanya sebagai tempat nongkrong dan pemuas eksistensi belaka.
Dengan Begawan Kupie and Public Library, Dahnil mencoba mengembalikan posisi kafe sebagai tempat yang strategis dalam membicarakan seluruh polemik, problem politik di ruang publik. Seperti dalam novel sastrawan Mesir, Naguib Mahfouz dalam ‘Karnak Café’, Kafe yang berada di jalan Sei Serayu, Medan Baru, diharapkan mampu mengagregasi dan mengakumulasi serta melahirkan pemikiran-pemikiran politik yang baru, suatu pemikiran yang mampu mengubah secara signifikan realitas sosial-politik-ekonomi yang lebih baik.
Merujuk pada citra seorang Dahnil Anzar, yang identik dengan representasi politik bagi anak muda yang nasionalis-religius, membutuhkan dukungan dalam membongkar stigmatisasi tempat tongkrongan bukan hanya sekedar tempat biasa menikmati kopi dan menatap senja, melainkan bermetamorfosis menjadi tempat ngopi, literasi dan diskusi, begitu ala Dahnil.
Lebih lagi, dalam mengubah mindset anak muda dari kebiasaan lama menuju yang baru tidaklah mudah, Begawan yang ditawarkan ala Dahnil Anzar Simanjuntak membutuhkan kerja-kerja keras, dan strategis diskursif hegemonik yang berbobot. agar setiap orang yang masuk ke dalamnya bisa menikmati setiap seruputan kopi dan narasi-narasi dari buku yang telah disediakan. Eksperimen tradisi ngopi dan literasi tentu bukan tanpa resiko yang besar, sebab, paradigma yang dilawan adalah kebiasaan mayoritas kelompok yang seharusnya kritis, kaum muda.
Begawan Kupie and Public Library
Secara filosofis, Begawan diartikan sebagai orang-orang yang ahli, intelektual dan cerdas. Hari ini, makna itu sebenarnya mulai banyak terlupa atau bahkan tak pernah terdengar. Pun, sama halnya dengan situasi Kota Medan saat ini, yang sudah beberapa dekade terakhir tidak kunjung menjumpai Begawan yang mampu mengoperasikannya. Demikianlah Begawan Kupie and Public Library tentu saja didirikan bukan dengan visi yang kosong, ia mesti diisi dengan pemikiran-pemikiran ahli, intelektual yang diharapkan aplikatif terhadap kebutuhan konkret masyarakat.
Muncul dari kegundahan hati seorang Dahnil yang melihat maraknya kehadiran tempat-tempat tongkrongan ala anak muda yang hanya memuaskan hasrat individualistik dan minim empati, bahkan pada peracik minumannya paling awal, petani kopi. Begawan Kupie and Public Library, sebagai implikasi praktis dari keresahan hati tersebut, diharapkan mampu membantu generasi muda, bukan saja menajamkan kualitas intelektualitasnya, namun mengasah sikap simpatik dan empatik mereka sehingga entitas dari kultur politik Indonesia ke depan tidak lagi didominasi aspek-aspek teknokratis yang kaku, melainkan membentuk keberpihakan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini (ter)marjinal(isasi). Tidak hanya itu, secara politik pun, gagasan yang dibawa oleh Dahnil sangat sesuai/relevan dengan tantangan generasi saat ini. Itu bisa dilihat dari koleksi buku yang dipunyai kafe tersebut yang tidak melulu memamerkan buku-buku terjemahan dari Inggris, Prancis dan lainnya, buku-buku lain yang dihimpun oleh Dahnil tak lepas dari buku perjuangan dan pergerakan tokoh bangsa dan sejarah Indonesia yang akan sulit didapatkan di toko-toko buku mainstream. Harapannya, upaya keras Dahnil dan kawan-kawannya yang lain Asal kaum muda, khususnya kota Medan sebagai generasi penerus mampu memahami gerak dinamis dunia sosial, ekonomi dan politik—terkhususnya, di Indonesia.
Lebih lanjut, gagasan yang ditawarkan Dahnil ini harus dilihat sebagai salah satu jawaban dari tantangan yang kian mendesak—yakni masyarakat, terutama kaum muda yang semakin jauh dari tradisi membaca (laporan UNESCO, Indonesia menempati posisi kedua paling bawah sebagai negara dengan minat membaca yang rendah dari 63 negara yang disurvey). Secara semiotik, bila kita kembali pada bahasan analogi cafe dalam sebuah sistem yang utuh dalam kerangka perjuangan, Begawan Kupie and Public Library merupakan kesatuan yang saling mendukung dalam sinergisitas, ngopi dan literasi menjadi keseimbangan dalam proses pembangunan intelektual generasi muda untuk menatap negeri ini yang lebih baik ke depannya.
Sebab, tanpa sinergitas dalam menjaga keseimbangan tersebut, akan sulit bagi kita menciptakan generasi dengan kemampuan intelektual mutakhir sekaligus memahami subkultur dan pluralitas yang menjadi tantangan yang sangat sensitif bagi bangsa ini. Medan, khususnya, membutuhkan stamina tambahan berbasis literasi untuk ditularkan seluas-luasnya.
Politik literasi yang dipacking dalam satu wadah yang bernama Begawan Kupie and Public Library menjadi solusi yang layak diapresiasi dalam upayanya merekatkan kekuatan generasi muda. Inilah yang diyakini oleh Dahnil Anzar Simanjuntak dalam memandang masa depan. Memastikan bahwa generasi berikut harus dapat sprint mengejar ketertinggalan, memang berat, namun bukan tidak mungkin. Sebab Medan bukan hanya rumah kita, TAPI kota kita…
Penulis adalah Akademisi Departemen Ilmu Politik FISIP

GEMPA MENGGUNCANG MEDAN

Medan 22 sepetember 2019 Belum selesai Asap kiriman ke medan.Medan sudah di goncang gempa dua kali dalam satu hari pukul 17 .05 wib dan pukul 23.10.

Gempa berkekuatan magnitudo (M) 2,8 terjadi di Deli Serdang, Sumatera Utara. Gempa sampai Medan.
.
Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Minggu (22/9/2019) sekitar pukul 17 05 . Pusat gempa berada di darat.
Gempa ke dua pukul 23,10 wib,belum diketauai lebih lanjut.
“Pusat gempa pertama di darat 16 km Barat Laut Kabupaten Deli Serdang, BMKG

Posisi gempa berada di 3,62 derajat Lintang Utara dan 98,74 Kedalaman gempa 5 kilometer.